86.400 milik anda | Time Management Training

Time Management Training
Time Management

86.400

apa yang ada dalam pikiran anda ketika melihat angka tersebut?

Ya, betul.. 86.400 adalah jumlah detik dalam satu hari

setiap orang mempunyai jatah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari 7 hari seminggu.

Dengan modal waktu yang sama seseorang bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dibanding orang lain. Kemampuan inilah yang kemudian disebut sebagai manajemen waktu.

Manajemen waktu menurut WikipediA adalah Time Management

Kemudian muncul pertanyaan seberapa penting manajemen waktu itu?

Berdasarkan penelitian, orang yang sukses di dunia ini rata-rata adalah orang yang mampu mengelola waktunya dengan baik.

Setiap orang memiliki jumlah waktu yang sama, namun anda sering melihat begitu banyak orang yang mengeluh tentang waktu yang mereka miliki.

37

 

Oleh karena itu, untuk manajemen waktu yang efisien sangat penting untuk menetapkan prioritas dan menyelaraskan dengan tenggat waktu. Ketika mulai memprioritaskan hal ini, maka akan terlihat bahwa ada cukup waktu untuk kegiatan yang penting dalam hidup.

 

Apa yang dimaksud dengan PRIORITAS?

Prioritas adalah perpaduan antara kepentingan dan waktu yang tersedia

Prioritas ditentukan oleh sasaran kerja kita

Penting tidak sama dengan mendesak

Pekerjaan yang tidak mendesak namun penting seringkali dilupakan

Dahulukan, sepanjang memungkinkan, pekerjaan yang lebih penting

Dwight Eisenhower, presiden US periode 1953-1961, terkena serangan jantung yang membuat dia berpikir keras untuk mengelola waktu dan mengerjakan tugas dengan sangat baik.

Tugas / Task mempunyai dua aspek : Tingkat Kepentingannya dan Tingkat Mendesaknya (Important dan Urgent).

Importance /Penting :dilihat dari apakah sesuatu tersebut mendekatkan anda dengan target dan goal anda. Apakah sesuatu tersebut membuat anda menjual lebih banyak atau mengembangkan relasi bisnisnya.

Urgent/ Mendesak: seberapa cepat sesuatu harus dilakukan, dan bila tidak dilakukan, apakah akan mengalihkan perhatian anda dari tujuan / misi anda?

Berarti kita harus mulai bisa membedakan PRIORITAS

Contoh:

Apakah surat warisan itu penting? PENTING. Udah bikin belum? Beluuumm,,kenapa?

Karena belum mendesak.

Lagi meeting, hp bunyi terus, harus diangkat nggak? Harus?

Penting gak? Belum tentu. Tapi MENDESAK.

Eisenhower Matrix (Stephen R. Covey mempopulerkan Eisenhower Matriks tersebut dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People). Berdasarkan kriteria Penting dan Mendesak, maka diperoleh empat kemungkinan.

Mendesak dan pentingmisalnya dapur terbakar, tenggat waktu untuk mengirimkan pajak laporan, bayi menangis
Tidak mendesak dan pentingmelakukan latihan, jangka panjang perencanaan, bekerja pada sebuah proyek
Mendesak dan tidak pentingberbagai gangguan, berurusan dengan orang-orang yang mengganggu
Tidak mendesak dan tidak pentingkegiatan yang hanya membuang-buang waktu,penundaan,  dll

Mengapa Eisenhower selalu mengatakan bahwa “What is important is seldom urgent and what is urgent is seldom important.” 

Tanpa memiliki Eisenhower Matrix, maka sulit membedakan apa  yang urgent dan apa yang important. Tanpa mengetahui apa yang yang urgent dan apa yang important, kecenderungan manusia akan mengarah pada Urgent but Not Important.

Eisenhower Matrix hanya sebuah alat untuk mengelompokkan berbagai aktivitas manusia ke dalam kelompok yang tepat,  berdasarkan kriteria urgent dan important. Hal yang lebih penting adalah menetapkan apa yang paling penting dan mendesak.

Tentu saja apa yang paling penting dan paling mendesak bagi setiap orang berbeda-beda. Agama, status sosial ekonomi, latar belakang budaya, pengalaman hidup dan faktor-faktor lain yang relevan dapat mempengaruhi kriteria seseorang dalam menetapkan apa yang paling penting dan paling mendesak dalam hidupnya.

Dasar untuk mengetahui apa yang paling penting dalam kehidupan adalah dengan menetapkan misi, visi dan mengacu pada nilai-nilai yang menjadi pedoman sikap dan perilaku. Sebab, semua sikap dan perilaku manusia seharusnya mengacu pada misi dan visi yang akan diwujudkannya, dan nilai-nilai yang menjadi pedoman hidupnya.

Manusia perlu mengetahui waktu-waktu yang penting dalam hidupnya agar ia dapat menetapkan aktivitas-aktivitas penting dan mendesak yang akan dikerjakannya.

Berikut ini cara yang dapat digunakan untuk dapat memanajemen waktu dengan baik, yaitu:

  1. Tetapkan tujuan

Sebelum melakukan kegiatan, hal yang harus ditetapkan terlebih dahulu adalah menetapkan tujuan. Dengan tujuan yang jelas, maka akan dengan mudah dilakukan langkah selanjutnya dan tentunya ditetapkan waktunya.

  1.  Lakukan perencanaan

Tetapkan  rencana apa saja yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Buat rencana secara cermat. Misalnya rencana  untuk menyusun proposal, mengadakan presentasi, menemui klien,  memulai bisnis baru, dan lain-lain.

  1. Tetapkan skala prioritas

Setelah membuat perencanaan, buatlah daftar hal-hal yang harus dicapai dalam waktu dekat. Misalnya, apa yang harus dikerjakan dalam  minggu depan, bulan depan, tahun depan, dan seterusnya.

Prioritas Waktu

Jika ada lebih dari satu schedule task yang harus dikerjakan dalam satu waktu apa yang harus kita lakukan? Berikut ini arahan-arahan dalam memilih prioritas waktu:

  • Prinsip Patero 80/20

Bahwa 80% dari nilai suatu kelompok kegiatan biasanya hanya terpusat pada 20% saja dari seluruh kegiatan tersebut. Apabila memiliki sebuah daftar pekerjaan harian yang berisi sepuluh pekerjaan, maka berarti dapat diharapkan untuk memperoleh efektifitas sebesar 80% dengan hanya berhasil menyelesaikan dua hal yang paling penting dari daftar tersebut.

  1. Batasi rencana

Terlalu banyak rencana bukanlah hal yang baik karena  tidak mungkin mengerjakan semuanya. Rencana yang terlalu banyak  hanya akan membuat stres. Bahkan gagal mencapainya. Buatlah rencana yang yakin dapat  segera diselesaikan.

  1.  Luangkan waktu

Walaupun sudah memiliki sejumlah rencana yang akan segera dikerjakan, namun tetap luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk diri pribadi. Misalnya tidur/beristirahat, melakukan hobi, berkumpul dengan keluarga dan sahabat, berolahraga, belanja, dan bermain internet. Tetapi jangan sampai kesenangan itu menyita waktu sehingga mengesampingkan hal-hal yang lebih penting.

Esensi Manajemen Waktu bukan mengelola waktu karena waktu tak mungkin dikelola. Satu hari adalah 24 jam, tidak bisa ditambah atau dikurangi. Yang bisa dilalukan oleh kita adalah mengelola kegiatan kita sendiri, dicocokan dengan waktu yang telah tersedia. Mengelola diri sendiri atau self-management, itulah sejatinya manajemen waktu.

 

 

—————————-

Program Pelatihan Sales :

Pelatihan Sales Professional Terbaik

Pelatihan Sales | Territorry Planning & Routing

Pelatihan Sales Management Terbaik

Program Pelatihan Soft Skills  :

Pelatihan Soft Skills | Emotional Intelligence Training

Pelatihan Soft Skills | Problem Solving Decision Making Training

Pelatihan Soft Skills | Conflict Resolution Training

Pelatihan Soft Skills | Negotiating For Results Training

Pelatihan Soft Skills | Time Management Training

Program Pelatihan Leadership & Supervisory :

Pelatihan Leadership | Leadership Training

Pelatihan Supervisor | Supervisory Skills Training

Program Pelatihan Motivasi :

Pelatihan Motivasi dengan Hypnosis & NLP

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s