Problem Solving Decision Making Training Indonesia

 

Problem Solving Decision Making Training
Problem Solving

Siapa yang hidupnya tidak pernah punya MASALAH?

Rata-rata semua orang menjawab punya masalah atau minimal pernah punya masalah.

Kalau begitu apa yang disebut dengan masalah?

Masalah adalah suatu kondisi ketika harapan tidak sesuai dengan realitas.

Problem Solving menurut WikipediA adalah Problem Solving

Sekarang kita akan melihat berbagai macam jenis masalah:

Yang petama adalah Masalah Mendesak artinya harus segera diputuskan sekarang juga

Yang kedua adalah Masalah Kurang Mendesak artinya masih ada waktu untuk mencari solusinya

Yang ketiga  adalah Masalah Potensial artinya masalah yang belum tentu terjadi tapi mempunyai kemungkinan yang tinggi untuk terjadi.

Untuk belajar PROBLEM SOLVING DECISION MAKING kita akan belajar dari mulai cara membedakan jenis masalah, mengetahui jenis keputusan dan memahami proses pengambilan keputusan.

Hal yang paling tidak boleh saat akan mengambil keputusan adalah dimana kondisi kita sedang berada dalam kondisi HALT.

Apa itu HALT?

4

HALT adalah singkatan dari

Hungry (lapar)

Angry (marah)

Lonely (kesepian)

Tired (kelelahan)

Coba perhatikan dimana anda pernah berada dalam kondisi tersebut? Kira-kira apakah anda dapat mendapatkan keputusan yang baik jika anda dalam kondisi HALT.

Mungkin  anda pernah mengambil keputusan saat sedang HALT. Bagaimana hasilnya?

Artinya jenis keputusan yang diambil disaat kondisi HALT akan lebih beresiko dikarenakan emosional kita lebih dominan dibandingkan rasional.

Untuk proses pengambilan keputusan diawali dengan menentukan sasaran, kemudian mengumpulkan fakta, lalu fakta tersebut dianalisa kebenarannya, kembangkan alternatif-alternatif nya, dan berikan konsekuensi dampak dari setiap pilihan alternatif tersebut sehingga kita dapat mengambil rencana tindakan, langkah terakhir adalah meng-evaluasi apakah pilihan tindakan yang diambil sudah tepat dan mendapatkan yang terbaik?

Proses pengambilan keputusan yang disebutkan tadi adalah untuk kasus yang sederhana, tapi jika anda menemui kasus yang lebih rumit maka diperlukan sebuah analisa yang lebih menyeluruh. Anda dapat memulainya dengan cata analisa siatuasi. Dalam analisa situasi kita akan membuat daftar masalah terlebih dahulu, lalu beri tanda prioritas dari daftar masalah tersebut, kemudian beri tanda apakah ada dalam kewenangan anda atau tidak.

Jika anda sudah mengelompokan suatu masalah yang berada dalam prioritas dan wewenang anda, maka disini anda akan mulai memperhatikannya secara serius. Maksudnya serius? Kita harus belajar mencari akar masalah.

Teknik mencari akar masalah yang sudah dikenal adalah teknik 5 why. Teknik ini merupakan teknik bertanya dengan pola chunk down

Misalnya ada anak buah saya yang tidak perform.

1.Mengapa anda akhir-akhir ini tidak bisa perform?

(-) Saya memang merasa tidak semangat selama ini pak.

2.Mengapa anda bisa kehilangan semangat seperti itu?

(-) mungkin karena Saya banyak masalah keuangan pak

3.Mengapa sampai bisa bermasalah dengan keuangan, gaji mu kan lumayan?

(-) Iya pak, karena saya punya banyak hutang dan cicilan jadi sisa nya hanya sedikit

4.Mengapa kamu bisa banyak hutang seperti itu?

(-) Hmmm… Anu, istri saya memang boros dan kemarin baru ambil kredit mobil baru Pak

5.Mengapa….

Apakah masih perlu diteruskan?

Kapan kira2 kita harus berhenti bertanya?

Nah anda mulai melihat bahwa teknik 5 why membawa kita mengetahui bahwa masalah yang terlihat di permukaan bukanlah masalah yang sebenarnya

Agar dapat memberikan obat yang tepat kita harus tahu penyebab penyakit yang sebenarnya

Bayangkan jika anda adalah dokter, bisa saja keluhan pasien nya seperti sama yaitu PUSING, tapi sebabnya bisa berbeda. Yang satu karena sakit flu dan yang satu bisa karena kolestrol tinggi. Tentu saja obat nya harus berbeda!

lalu Apakah harus 5 pertanyaan? Tidak juga… boleh kurang ataupun lebih, namun pada umumnya dengan 5 pertanyaan sudah terlihat akar masalahnya

Jadi kenapa tadi saya berhenti bertanya? Karena akar masalah nya sudah terlihat dan wewenangnya sudah bukan berada di wilayah saya lagi.

Selain 5 why  kita bisa juga menggunakan tools yang lebih lengkap dan dikenal dengan nama fishbone diagram yang dipopulerkan oleh Kaoru Ishikawa (1968).

Langsung saja saya akan contoh penggunaan fishbone untuk mencari suatu akar masalah yang pernah saya gunakan ketika mengajar di salah satu pabrik sepatu besar dengan merk yang sangat terkenal di Indonesia.

Berikut langkah-langkahnya:

1

Diketahui dalam kasus ini masalahnya adalah banyaknya produk cacat.

Langkah ke 2 :

Menuliskan faktor – faktor yang mungkin menjadi

PENYEBAB UTAMA dari masalah pada banyaknya produk cacat

Misalkan faktor penyebab utama masalah ini adalah :

1.Machine (Mesin)

2.Method (Metode atau proses produksi)

3.Material (Bahan baku)

4.Man power (Tenaga kerja)

2

Langkah ke 3 :
Mencari penyebab-penyebab sekunder yang mungkin mempengaruhi penyebab utama

Kemungkinan Penyebab Masalah sekunder pada Tulang MAN

  1. Kemampuan Tenaga kerja
  2. Kemampuan mandor

Kemungkinan Penyebab masalah sekunder pada tulang MACHINE

  1. Kerusakan Mesin
  2. Kesalahan Setting mesin produksi

Kemungkinan Penyebab Masalah sekunder pada Tulang MATERIAL

  1. Kualitas bahan baku rendah
  2. Supply bahan baku

Kemungkinan Penyebab Masalah sekunder pada Tulang METHOD

  1. Layout produksi

4

Langkah ke 4  :
Mencari penyebab – penyebab tersier yang mungkin bisa mempengaruhi penyebab – penyebab sekunder.
Apabila memang tidak ditemukan penyebab tersier, penyebab sekunder dinyatakan cukup menjadi akar permasalahan pada tiap pokok tulang permasalahan

3

Langkah 5

  • Beri tanda faktor-faktor yang paling mungkin mempunyai pengaruh nyata terhadap banyaknya produk yang cacat dari diagram tulang ikan tersebut.
  • Tahap terakhir adalah Kesimpulan. Produk cacat tidak hanya disebabkan oleh MATERIAL (bahan baku) yang tidak berkualitas, namun juga dipengaruhi oleh MAN (tenaga kerja), METODE dan MESIN yang digunakan.

 

 

—————————-

Program Pelatihan Sales :

Pelatihan Sales Professional Terbaik

Pelatihan Sales | Territorry Planning & Routing

Pelatihan Sales Management Terbaik

Program Pelatihan Soft Skills  :

Pelatihan Soft Skills | Emotional Intelligence Training

Pelatihan Soft Skills | Problem Solving Decision Making Training

Pelatihan Soft Skills | Conflict Resolution Training

Pelatihan Soft Skills | Negotiating For Results Training

Pelatihan Soft Skills | Time Management Training

Program Pelatihan Leadership & Supervisory :

Pelatihan Leadership | Leadership Training

Pelatihan Supervisor | Supervisory Skills Training

Program Pelatihan Motivasi :

Pelatihan Motivasi dengan Hypnosis & NLP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s