Berbahagialah (part 1)| Pelatihan Motivasi Terbaik

 

Pelatihan Motivasi - Berbahagialah part 1
Berbahagialah part 1

Seorang pemimpin spiritual di india menceritakan sebuah rahasia besar kepada muridnya yang terus ngeyel mencari rahasia hidup bahagia: ”baiklah, saya akan memberimu rahasianya. Jika memang benar kamu ingin hidup bahagia, rahasianya adalah… BERBAHAGIALAH”.

 

Saat kita bertanya kepada orang-orang yang berbahagia tentang bagaimana mereka bisa begitu bahagia. Jawaban mereka sungguh sangat bervariasi. Namun yang hampir serupa dari setiap jawaban mereka adalah: ”segera membuat KEPUTUSAN untuk berBAHAGIA…!”

Inilah sebuah sikap mental yang mengagumkan, karena kebahagiaan memang tidak ditentukan oleh apa yang terjadi pada hidup kita, tetapi lebih kepada bagaimana “REAKSI” kita terhadap apa yang terjadi dalam hidup ini.

Mendapatkan kebahagiaan adalah keinginan yang bersifat universal. Semua manusia dari berbagai macam kaum, suku, golongan, ras, bangsa, dsb menginginkan kebahagiaan. Dan betulkah menjadi bahagia hanyalah tentang sebuah keputusan dalam mengambil sikap? Jika begitu maka terasa mudah mendapatkan kebahagiaan, tapi mengapa tidak semua orang bisa berbahagia?

Antara kesenangan dan kebahagiaan

Apakah anda senang dengan hidup anda?

Apakah anda bahagia dengan hidup anda?

Senang atau bahagia?

Mengapa senang dan bahagia harus dibedakan?

Senang dan bahagia akan menjadi sedikit rumit apabila dipisahkan. Karena kesenangan itu bagian dari kebahagiaan maka banyak diantara kita tak sanggup membedakannya.Untuk bahagia kita memang memerlukan banyak kesenangan tetapi orang yang sedang menikmati kesenangan belum tentu hidupnya bahagia.

Apa perbedaannya?

dalam sebuah buku dikatakan (saya lupa judulnya apa ya…) Kesenangan adalah pengalaman sekilas yang berkaitan dengan ganjaran tertentu.

Kebahagiaan adalah keadaan yang berlangsung lebih lama yang berhubungan dengan penilaian pada kehidupan secara keseluruhan.

Tentunya orang yang bahagia mengalami banyak kesenangan dalam kehidupannya.

Kesenangan adalah emosi positif yang bisa diamati secara fisik pada kegiatan otak arus neurotransmitter atau mekanisme hormonal. Kesenangan dapat ditimbulkan dengan rangsangan elektrik pada hipotalamus, tetapi tidak dengan kebahagiaan.

20Ketika dilakukan percobaan pada tikus dan monyet, ternyata mereka juga bisa merasakan kesenangan melalui rangsangan-rangsangan tertentu, tetapi yang pasti mereka tidak akan pernah mengalami kebahagiaan.

Kita sebagai manusia yang jauh lebih sempurna dan diberi akal super canggih ini haruskah mendapatkan rangsangan juga untuk mendapatkan kebahagiaan?..

Bukankah semua materi (rumah mewah, mobil baru, gadget tercaanggih, electronik dsb) adalah salah satu bentuk rangsangan yang membuat kita senang?.

Bagaimana jika tidak ada itu semua?.Akankah tidak bahagia hidup kita ini?

Seperti halnya tikus dan monyet yang memang tidak akan pernah berbahagia?

 

Mengapa kita perlu berbahagia?

Berbagai penelitian menunjukan bahwa orang yang bahagia berpikir fleksibel, inklusif, kreatif dan reseptif. Orang yang bahagia mempunyai sudut pandang yang lebih luas, mampu membuat keputusan-keputusan yang excellent. Karena keriangan dapat memperluas kemampuan berpikir dan bertindak. Bersedia menerima kritik tanpa tersinggung dan mampu memecahkan masalah dengan santai.

Pada saat kita tertawa, saat kita senang, saat kita berbahagia… maka kita akan lebih mampu membangun sumberdaya intelektual, fisik, dan sosial:

21

Berpikir lebih kreatif, toleran dengan perbedaan, terbuka pada ide-ide baru, belajar / bekerja lebih efektif, lebih memperhatikan kesehatan dan kebugaran jasmani, merasa lebih baik terhadap diri sendiri, lebih menyukai hidup kita, menjadi pribadi yang hangat dalam pergaulan, mudah mempercayai dan dipercayai, menyukai dan disukai dan lebih peduli serta senang berbagi kebahagiaan dengan orang lain.

Disinilah kita mulai mengerti apa yang dikatakan oleh Sahabat Rasullullah:

“kebahagiaan ialah sesuatu yang dapat mengantarkan kepada kesuksesan ” (Ali bin Abu Thalib).

Jadi sangalah benar bahwa kebahagiaan adalah alat untuk kita meraih kesuksesan, Tidak seperti kebanyakan orang yang hendak berbahagia jika mereka sudah sukses. Bagaimana jika tidak sukses? Apakah kita tidak akan pernah bahagia? Sementara BAHAGIA adalah sesuatu yang bisa dilakukan SEKARANG..

Jika anda tak mampu berbahagia maka kemungkinan terbesar kondisi anda adalah bersedih. Tahukah anda betapa ruginya jika anda bersedih? Dalam bukunya Man Against Himself, dr.Karl manninger mengungkapkan dengan jelas bagaimana jiwa dan badan kita hancur karena kekhawatiran, kemarahan, kebencian, frustrasi dan ketakutan.

 

”Jalan pintas ke segala sesuatu yang anda inginkan dalam hidup adalah MENJADI dan MERASA bahagia sekarang juga! (Rhonda Bryne-penulis buku the secret)

Bukankah tujuan akhir dari semua apapun yang kita lakukan ini adalah memang untuk berbahagia? Mengapa di dalam prosesnya seringkali menunda atau meniadakan kebahagiaan?

 

Bagaimana agar berbahagia ?

1.Hiduplah di saat ini!

Hidup di saat ini berarti kita mengembangkan kesadaran kita untuk membuat masa sekarang lebih nikmat dan lebih berarti

Yang anda miliki hanya saat ini. Dengan tidak menyesali apa yang telah terjadi kemarin dan tidak terlalu mencemaskan apa yang akan terjadi besok, SAAT INI adalah tempat anda berada. Dari sudut pandang ini, kunci kebahagiaan dan kepuasan terletak pada pemusatan pikiran kita saat ini. Hiduplah dengan lebih SADAR. Lihat apa yang bisa anda lihat. Dengar apa yang bisa anda dengar. Dan rasakan apa yang bisa anda rasakan…!

Salah satu rahasia mengapa anak-anak lebih sering tertawa dan bahagia? keindahan dalam dunia anak2 adalah karena mereka melibatkan diri secara penuh pada masa sekarang. Mereka selalu terlibat secara total dengan apapun yang sedang ia kerjakan. Mereka selalu memandang kagum dan mudah terpesona dengan berbagai hal yang hadir di setiap peristiwa hidupnya. Entah itu hal kecil atau hal besar untuknya, tetapi mereka sangat tune in, sebuah totalitas!

Setelah dewasa, kebanyakan dari kita terlalu sering memikirkan dan mencemaskan beberapa hal secara sekaligus. Kita membiarkan berbagai peristiwa di masa lalu dan masa yang akan datang (yang belum tentu terjadi) memadati ruang pikiran kita saat ini.

Kita juga terlalu sering menunda kesenangan dan kebahagiaan dengan anggapan di masa mendatang segalanya menjadi lebih baik daripada sekarang. Dengan asumsi seperti ini membuat  kita terlalu banyak melewatkan waktu yang sesungguhnya sangat berarti dan tak akan pernah kembali.

Hidup di saat ini juga berarti bahwa kita menikmati segala apa yang kita perbuat dan bukan sekedar menginginkan hasil akhirnya. Hidup di saat ini berarti kita mengembangkan kesadaran kita untuk membuat masa sekarang lebih nikmat dan lebih berarti, bukan membuatnya hambar. Hidup di saat ini berarti juga lebih meningkatkan respon positif terhadap apapun yang kita lihat, dengar dan rasakan.

 

  1. Memaafkan

Memaafkan adalah HADIAH untuk diri kita sendiri, di mana kita terbebaskan…

Sebagian besar orang mengingat-ingat pujian selama beberapa jam sedangkan mengingat sebuah hinaan selama bertahun-tahun. Mereka menjadi pengumpul sampah, mereka masih membawa-bawa sampah yang pernah dilemparkan ke diri mereka dua puluh tahun yang lalu. ”saya masih ingat pada tahun 1996 ia pernah mengataiku gendut dan bodoh…”

Bayangkan jika berbagai sampah serupa lainnya harus masih ada di pikiran anda atau bahkan seperti masih terdengar di telinga anda? betapa beratnya beban yang harus anda bawa kemana-mana itu. Seperih apapun dan bagaimanapun juga semua peristiwa itu telah usai dan berlalu, sikap anda tak akan mampu mengubah kondisi yang telah terjadi selain hanya menjadi tumpukan sampah yang akan memberatkan langkah anda serta mengotori hati anda.

”Kita memang tidak dapat mengubah sesuatu yang telah terjadi tetapi kita dapat  mengubah kualitas dari pengalaman yang ada dalam pikiran kita dan karenanya pula dapat mengubah efek yang ditimbulkan oleh pengalaman tersebut.”

Memafkan bukan menghapus fakta.

Memaafkan bukan melupakan.

Memaafkan bukan berarti memaklumi.

Memaafkan adalah pengalaman pribadi Anda sendiri. Anda tidak perlu untuk berbagi atau mengungkapkannya , kecuali jika Anda ingin.

Memaafkan bukan berarti anda mengijinkan peristiwa itu terjadi.

Memaafkan bukan berarti anda menyukai orang yang terlibat dalam peristiwa itu

Memaafkan bukan berarti bisa mengubah peristiwa itu. Namun saja anda memilih melihat peristiwa itu dari sisi yang lain. Sisi yang yang mampu memberikan hikmah positif terhadap anda.

Memaafkan tidak harus memberitahukan. Memaafkan tidak harus selalu diketahui oleh orang tersebut. Ini hanyalah antara anda dan TUHAN, bukan antara anda dan mereka, karena pada akhirnya akan selalu antara kita dan TUHAN. …

Karena dengan memaafkan anda dapat berjalan semakin ringan dan nyaman

Dengan memaafkan anda berarti melepaskan kerikil2 tajam yang seringkali mengganggu perjalanan anda dan Berarti anda memilih berdamai dengan hidup anda demi kebahagiaan anda .

Ijinkan diri anda untuk mampu memaafkan berbagai peristiwa yang pernah menyentuh hati dan mengundang emosi negatif itu dengan menciptakan “peristiwa keikhlasan” di dasar hati yang paling dalam, karena dengan memaafkan segala sesuatu yang sudah menjadi kehendak TUHAN berarti anda ridho dengan segala apapun yang menimpa kita dan menerimanya dengan sepenuh hati.

Dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan meningkatnya minat psikoterapi yang menggunakan kekuatan memaafkan sebagai alat penyembuhan.

Seorang Psikolog yang bernama Robert Enright, telah menemukan suatu teknik terapi yang dapat menuntun orang agar mampu memaafkan dan mendapatkan benefit dari proses memaafkan.

Mengapa begitu penting untuk memaafkan?

  • Memafkan dapat membebaskan seseorang dari sebuah penderitaan berkepanjangan, (yaitu amarah, dendam, kebencian).
  • Memaafkan memungkinkan seseorang untuk melampaui sudut pandang mereka dan menemukan tempat yang aman dan lebih optimis tentang hidup anda.
  • Memaafkan orang lain memungkinkan kita untuk memaafkan diri kita sendiri dengan lebih mudah, daripada menghukum diri sendiri dengan pikiran yang sia-sia karena masa lalu tetaplah tidak dapat diubah.
  • Memaafkan diri sendiri dan memaafkan orang lain akan meningkatkan harga diri yang lebih tinggi, kesehatan fisik, vitalitas dan kehidupan yang lebih bahagia.
  • Memaafkan melibatkan perubahan transendental dari orang yang memaafkan.
  • Memaafkan diri sendiri adalah termasuk mengampuni diri sendiri dan berdamai dengan diri sendiri.
  • Memaafkan diri sendiri melibatkan tindakan untuk menjadi orang yang lebih baik di masa depan dan untuk belajar dari kesalahan dan berkomitmen untuk memperlakukan diri dengan penuh cinta dan kebaikan.
  • Memaafkan adalah tindakan cinta kasih terhadap bagian yang terdalam, spiritual, transenden dari orang yang telah menyakiti kita.
  • Memaafkan adalah HADIAH untuk diri kita sendiri, di mana kita dibebaskan dari rasa sakit kronis, berbagai kebencian, kemarahan dan dendam.

 

Efek tidak memaafkan

  • Robert Enright menemukan bahwa orang-orang yang tidak mampu atau tidak mau memaafkan masa lalu mengalami sakit yang lebih besar dan mengalami kecemasan dan depresi.
  • Mereka juga memiliki risiko lebih tinggi penyakit jantung dan kanker.

 

masih bersambung ya ke Berbahagialah (part 2)

 

Penulis artikel adalah praktisi hypnotherapy dan Master Hypnotherapy Certified dari IACH (Indonesian Association Clinical Hypnotherapy), pernah dipercaya mengajar di BNN (Badan Narkotika Nasional) dan di berbagai perusahaan  di Indonesia.

Profil penulis: Oki Prayoga | Soft Skill Trainer

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s