Berbahagialah (part 2)| Pelatihan Motivasi Terbaik

sebelumnya anda telah membaca Berbahagialah (part 1)

Pelatihan motivasi terbaik -2
Berbahagialah part 2

 

  1. Humor

sewaktu anda tertawa berbagai hal yang menakjubkan di tubuh anda sedang berlangsung

Lebih santailah menjalani hidup ini. Tingkat ketidakbahagiaan kita hanyalah JARAK antara keadaan yang nyata dan keadaan yang kita inginkan.

22Waktu kita sangat terbatas di dunia ini, sebagian besar orang takan sanggup mengubah wajah dunia, tapi sangatlah mungkin untuk mampu mengubah wajah kita sendiri dan orang-orang disekitar kita.

Dengan humor kita mampu mengubah wajah orang yang sedang serius, tegang, cemas atau berbagai mimik wajah lainnya dengan cepat.

Mengubah mimik wajah berarti juga berpotensi mengubah kondisi internal seseorang.

Hal yang bisa membuat kita lebih bisa banyak tertawa adalah HUMOR. Maka perbanyaklah HUMOR. Jika anda sulit untuk menemukan HUMOR maka ciptakanlah, dan kondisikan sesering mungkin.

Pepatah mengatakan ”Tawa adalah Obat yang paling Mujarab”.23

Karena sewaktu anda tertawa berbagai hal yang menakjubkan di tubuh anda sedang berlangsung. Endorphin dilepaskan dalam otak anda dan membangkitkan kegembiraan alami serta membuat sistem pernafasan anda bekerja sama persis ketika anda sedang joging.

Seorang dokter anak dari west virginia, Hunter ”Patch” Adams, mengganti baju dinas (jas putih khas dokter) nya dengan kostum badut. Ia memberikan para pasiennya humor segar setiap kali ia menjenguknya. Dan karena efek nya yang luar biasa hebat maka kemudian ”The Healing power of Humor” bergema di seluruh amerika.

Begitu juga dalam dunia pendidikan. Para pendidik mutakhir sekarang mengatakan ”learning must be fun”. Semakin para guru berhasil menciptakan humor di dalam kelas maka semakin banyak murid yang tertarik dengan topik pelajaran yang akan dibahas. Rasa senang membangkitkan rasa ketertarikan, dan kondisi emosi positif murid ini dapat membuka gerbang kecerdasan otak memasuki posisi maksimal untuk menerima, menyerap dan mencerna informasi/pengetahuan serta menyimpannya dalam memory jangka panjang.

Anak-anak bisa mengajari kita tentang humor dan tertawa. Ketika semua hal bisa menjadi tampak lucu di mata anak-anak. Mereka secara naluriah tahu bahwa tertawa lepas membuat mereka sehat dan bahagia. Sayangnya seiring mereka dewasa banyak sikap yang telah berubah ”hidup itu serius” karena mereka mulai mengenal konsep ”jangan tertawa di kelas”, ”jangan tertawa di meja makan”,  ”jangan tertawa di… dan sebagainya…” sampai akhirnya begitu banyak spontanitas alamiah mereka yang hilang.

  1. Memberi

Pengalaman memberi akan membawa anda keluar dari diri(masalah) anda

Para peneliti psikologi menunjukan bahwa seseorang yang dalam keadaan bahagia cenderung menjadi lebih penyayang, lebih senang membantu, dan lebih dermawan ketimbang orang yang tidak bahagia. Mantan presiden American Psychological Association, Martin Seligman tercengang ketika melakukan penelitian tentang mood dan menolong orang lain. Dalam penelitian itu jelas memperlihatkan bahwa orang yang bahagia lebih cenderung memperlihatkan perilaku menolong. Di laboratorium, anak-anak dan orang dewasa yang dibuat bahagia menunjukan lebih banyak empati dan lebih bersedia menyumbang lebih banyak uang pada mereka yang membutuhkan.

”ketika kita bahagia, kita kurang terfokus pada diri sendiri, kita lebih menyenangi orang lain, kita ingin berbagi keberuntungan kita, bahkan dengan orang asing sekalipun.”

Kesimpulan: kalau anda saat ini sedang berada dalam penderitaan atau merasa tidak bahagia, berbuatlah baik, banyak memberi… anda akan berBAHAGIA!

24

Jika anda memberikan sesuatu kepada seseorang, andalah yang merasa paling bahagia. Karena memberi adalah menerima. Memberi adalah bentuk apresiasi yang paling murni. Inilah apresiasi dalam tindakan. Bukan filsafat, tapi pengalaman.

Pengalaman MEMBERI akan membawa anda keluar dari diri anda. Dan menjauhkan anda dari masalah anda, ketakutan anda, dan kesibukan anda untuk memikirkan diri sendiri. Anda tidak akan mencemaskan lagi keuangan anda, atau kesehatan anda, atau apa saja.

Melakukan yang baik membuat kita merasa baik, dengan sendirinya. Berbuat baik membangkitkan cinta dan mengikat kita dengan orang lain. Ketika ikatan ini terbentuk, kita bukan saja merasa baik kepada orang yang kita tolong, tetapi juga kepada semua orang pada umumnya. Ketika cinta bertambah, rasa takut akan berkurang. Bahkan cinta pada diri sendiri akan bertambah. Sebagian karena anda lebih menyenangi diri anda dan sebagian lagi karena anda memiliki lebih banyak limpahan cinta.

Seorang istri mengeluhkan kehidupan percintaannya kepada seorang bijak: ”aku merasakan cinta yang sungguh luar biasa besar dan hebat kepada suamiku, tetapi nampaknya ia tidak merasakan kecintaan yang sama besarnya kepadaku”. Dan seorang bijak itu mengatakan: ”Tidak ada dua orang yang mecintai pada tingkat yang sama, dan siapa saja yang paling mencinta, itulah yang paling bahagia”.

Semua agama menganjurkan kita berbuat baik kepada semua orang, saling menolong, saling mencintai, saling menyayangi dan saling memberi…

”Serta berbuatlah kebaikan supaya kamu berbahagia”. (Q.S.22:73)

5.Fleksibel

Cintailah dan Berdamailah dengan segala perubahan, karena hidup selalu dinamis

Adakah yang tak berubah di alam semesta ini?

Berapa puluh tahun yang lalu kita semua ini adalah anak-anak yang lucu dan menggemaskan, seiring perjalanan waktu kita berproses menjadi remaja, dewasa dan juga menjadi tua… semuanya berubah. Semua tak pernah sama karena memang semua berubah.

Tidak ada yang tetap kecuali perubahan –Heraclitus-

Heraclitus adalah seorang bangsa romawi yang mengingatkan kita bahwa hukum alam semesta adalah perubahan. Musim datang silih berganti. Tidak ada yang tetap. Segalanya berubah. Hidup ini dinamis. Itulah yang membuatnya indah dan begitu sulit diduga. Perubahan itulah yang akan memaksa kita bertindak dan menyesuaikan.

Orang yang paling fleksibel adalah orang yang paling mudah untuk sukses dan berbahagia. Artinya adalah orang  yang paling mudah menyesuaikan dengan segala perubahan.

Banyak orang tak sadar usianya semakin tua kecuali karena melihat uban yang mulai tumbuh di rambut atau karena anak kita yang sudah mulai masuk sekolah menengah. Dengan itu apakah kita juga tetap mempertahankan sikap-sikap kita dikala muda, mempertahankan gaya rambut dan berpakaian kita, cara kita berbicara, kualitas obrolan kita, makanan yang kita santap… Atau apakah kita segera menyesuaikannya…?

6.Eliminasi

Melepaskan berarti memberikan ruang kosong untuk sesuatu yang baru 

Masa lalu sering mencengkram diri seseorang. Seakan menahan laju seseorang dengan merantai salah satu kaki sehingga memberatkan kaki lainnya. Padahal waktu tak pernah surut ke belakang. Mengapa tidak melepaskan sesuatu yang terlalu kita genggam erat selama ini?

Menjadi menyakitkan takala kita menyukai bahkan mencintai sesuatu melebihi yang seharusnya. Ketika keadaan tak sama lagi maka hal yang anda sukai atau cintai itu malahan membalik menjadi ”silent killer” untuk anda.

Anda boleh menyukai uang, tapi jangan terikat olehnya. Jika semua hidup anda diapresiasikan dalam bentuk uang maka dikala anda tidak punya uang, dunia serasa kiamat,  harga diri anda hilang, percaya diri anda jatuh, gairah hidup anda melemah.

Jika di masa lalu anda pernah mencintai seseorang dan anda tidak pernah benar-benar melepaskannya dari benak anda, maka menjadi benar-benar tidak bisa seorangpun menggantikannya. Tetapi di saat anda sungguh-sungguh melepaskannya dan mau melihat segala kemungkinan baru, anda akan segera mendapat penggantinya.

Kita tidak bisa terikat terhadap suatu hal terlalu dalam, karena perubahan adalah hukum alam. Anda boleh percaya atau tidak namun hukum itu tetap akan berjalan, seperti juga semua hukum lainnya yang mengikat dan berlaku di alam semesta ini. berarti kita harus senantiasa siap melepaskan segala sesuatu yang sudah waktunya. Jika kita mempertahankan hal-hal yang usang dan kadaluwarsa, kita menciptakan blok-blok stagnasi. Ini juga berlaku dengan hal-hal sederhana seperti baju-baju lama yang telah lusuh, rongsokan elektronik furniture di gudang, garasi dsb.

Belajarlah dari alamiah tubuh kita tentang nilai eliminasi. Tubuh kita otomatis melepaskan materi-materi yang tidak dibutuhkan lagi setiap hari bahkan dalam waktu yang teratur. Akan menjadi masalah dan penyakit seandainya tubuh kita tidak melakukan sistem eliminasi ini.

Melepaskan berarti memberikan ruang kosong untuk sesuatu yang baru. Melepaskan berarti anda mampu menerima serta menyesuaikan dengan perubahan. Melepaskan berarti anda menyelaraskan diri anda dengan salah satu hukum alam, PERUBAHAN.

Dari sudut pandang yang sama tentang eliminasi, maka secara mental kita pun sangat perlu untuk terus melakukan eliminasi dalam waktu yang teratur.

7.Self Discovery

 

Makna kita temukan ketika kita menemukan diri kita

25

Ketika kita bergerak memulai sebuah perjalanan, tentunya akan begitu banyak menemui berbagai peristiwa dan kejadian yang lalu akhirnya menjadi sebuah pengalaman. Karena perjalanan itu sendiri adalah sebuah proses, maka alangkah hebatnya jika kita mampu meMAKNAi setiap proses yang terjadi.

”Pengalaman bukanlah sesuatu yang telah anda lewati, tetapi makna yang anda berikan terhadap sebuah kejadian atau peristiwa itu”.

Sebagian orang terus mampu melihat suatu keindahan, kehebatan dan keajaiban kemanapun ia mengarahkan pandangannya, tapi sebagian yang lainnya tak mampu melihat, mendengar dan merasakan, karena bukan matanya yang buta tapi mungkin hatinya yang telah membatu hingga tidak bergeming dan tak bergeser sedikit pun dengan apa yang ia lihat, dengar dan rasakan.

Menghirup udara segar sambil berjalan di daerah pegunungan, mendengarkan desiran ombak di pinggir pantai, melihat anak-anak yang lucu bermain sambil tertawa riang lepas ataupun mandi dengan kucuran air hangat, makanan yang kita terima, percakapan yang terjadi, perjalanan jauh yang kita lalui adalah selalu pengalaman baru dan bukan pengulangan hal yang sama di masa lalu. Selalu tidak pernah sama.

Untuk itu sangat salah jika merasa hidup ini membosankan, hanya orang-orang yang membosankanlah yang melihat dunia melalui kacamata yang kotor, buram, dan keruh. Banyak orang yang sebenarnya telah meninggal di usia 25 tahun tetapi belum juga dimakamkan sampai mereka berusia 75 tahun.

Hanya karena kita masih berada disini, bukan berarti hidup kita masih hidup. Hidup menjadi hambar ketika kita enggan memberikan makna kepadanya. Pada akhirnya selalu kita yang menentukan arti hidup ini. Apakah hidup ini adalah sebuah anugerah besar dan menjadi hak istimewa karena telah diberikan pilihan-pilihan untuk menjalani kehidupan atau merupakan hukuman berupa kesengsaraan dan kekecewaan?

Sangatlah penting untuk menemukan makna dalam setiap aktivitas kita. Kebebasan yang sangat prinsip dan tak mungkin dihancurkan adalah kebebasan untuk memilih makna dari setiap kejadian apapun yang kita alami. Berikut ini kutipan dari Prof.Dr. Jalaluddin Rakhmat. Tentang menemukan makna:

  • Makna kita temukan ketika kita menemukan diri kita (self-discovery).
  • Makna muncul ketika kita menentukan pilihan
  • Makna ditemukan ketika kita merasa istimewa, unik dan tak tergantikan oleh orang lain
  • Makna membersit dalam tanggung jawab
  • Makna mencuat dalam situasi transendensi, gabungan dari ke empat hal diatas. Menurut zohar transendensi adalah pengalaman yang membawa kita ke luar dunia fisik, ke luar pengalaman kita yang biasa, ke luar suka dan duka kita, ke luar diri kita yang sekarang, ke konteks yang lebih luas.

Six Happiness Tips

Inilah 6 Tips Kebahagiaan dari Dosen Paling Populer di Harvard (Advice from Tal Ben-Shahar):

1. Berikan diri anda izin untuk menjadi manusia. Terimalah (dengan dengan ikhlas & kepasrahan) semua kondisi anda baik positif maupun negatif. Ketika kita menerima kondisi emosi kita, misalnya takut, sedih, cemas, dsb sebagai sesuatu yang normal dan natural, maka kita lebih mudah untuk mengatasinya. Menolak atau mengingkari kondisi emosi kita baik yg positif maupun yang negatif akan berujung pada frustasi dan ketidakbahagiaan.

2. Kebahagiaan terletak pada aktivitas2 yang “menyenangkan” sekaligus “bermakna”. Baik di tempat kerja, sekolah, atau di rumah, kita mestinya mencari aktivitas2 yang memang baik untuk hidup kita, sekaligus menyenangkan untuk dijalani. (“menyenangkan” tapi tidak “baik/bermakna positif” biasanya berujung penyesalan dan penderitaan, “baik” tapi tidak “menyenangkan” berujung pada kebosanan dan ketidakbahagiaan). Jika hal itu tidak memungkinkan, paling tidak kita perlu punya “happiness boosters” (moment2 kebahagiaan) beberapa kali setiap minggu yang memberikan kita kesenangan sekaligus makna positif.

3. Ingatlah selalu bahwa kebahagiaan terutama bergantung pada “kondisi pikiran” kita, bukan status sosial atau kondisi keuangan kita. Asal tidak dalam kondisi yg ekstrim (terlalu miskin atau kesakitan yang luar biasa), kebahagiaan kita ditentukan oleh apa yang “kita pilih untuk kita pikirkan” (gelas separo penuh atau separo kosong) dan “bagaimana kita menafsirkan kondisi eksternal” kita. (misalnya apakah kita menafsirkan “kegagalan” sebagai akhir dari segalanya atau sebagai kesempatan untuk belajar.

4. Sedehanakan hidup anda. Kalau kita terlalu sibuk, mencoba untuk melakukan lebih banyak dan lebih banyak lagi dalam waktu yg lebih singkat dan lebih singkat lagi, maka kita akan mengorbankan kebahagiaan kita. Kuantitas akan mengurangi kualitas.

5. Ingatlah hubungan tak terpisahkan antara “pikiran dan tubuh”. apa yg kita lakukan atau tidak kita lakukan secara fisik, akan mempengaruhi kondisi emosi kita. Olahraga yg teratur, istirahat yang cukup, makanan yang bergizi akan mempengaruhui tidak hanya kesehatan fisik kita, tapi juga vitalitas emosi dan kejernihan pikiran kita.

6. Selalulah bersyukur. Kita seringkali menjalani hidup kita tanpa kesadaran betapa besarnya karunia Tuhan yg telah diberikan pada kita, kita bahkan terlalu banyak memikirkan “masalah” kita sampai lupa untuk “bersyukur” atas nikmat yang kita dapatkan setiap hari. Belajarlah untuk mensukuri & menikmati keajaiban2 yg kita alami setiap hari, Learn to appreciate and savor the wonderful things in life, from people to food, from nature to a smile.

“seringkali kita mengharapkan orang lain menciptakan kebahagiaan untuk kita, namun entah bagaimana mereka lebih sering gagal. Karena memang hanya ada satu orang saja yang berkuasa atas kegembiraan dan kebahagiaan kita, yaitu diri kita sendiri. Orang lain hanya sekedar memiliki kesempatan untuk berbagi.”

mulai saat ini dan seterusnya, ijinkan diri kita untuk berBAHAGIA sekarang juga…!

Penulis artikel adalah praktisi hypnotherapy dan Master Hypnotherapy Certified dari IACH (Indonesian Association Clinical Hypnotherapy), pernah dipercaya mengajar di BNN (Badan Narkotika Nasional) dan di berbagai perusahaan  di Indonesia.

Profil penulis: Oki Prayoga | Soft Skill Trainer

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s