Sejarah Hypnosis dari jaman hypnosis kuno hingga hypnosis modern

Sejarah Hypnosis
Sejarah Hypnosis

Hypnosis telah digunakan oleh beragam budaya dalam satu bentuk dan lainnya.

Sejak dahulu hypnosis dapat dibuktikan melalui praktek perdukunan yang berhubungan dengan penyembuhan hal-hal fisik dan metafisik.

Hingga sekarang masyarakat kita pun masih akrab dengan “pengobatan alternatif” yang menekankan pada sugesti yang diberikan si pengobat.

Untuk menjadi seorang penyembuh alternatif ataupun paranormal, seseorang harus melakukan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan konsentrasinya. Dia akan menghindari penggunaan bahan kimia maupun alkohol sebelum sesi penyembuhan.

Agar dapat berkonsentrasi dengan penuh, maka si penyembuh alternatif (baca: dukun, orang pintar atau paranormal) akan memerlukan waktu dan tempat yang terhindar dari kebisingan. Sebuah tempat yang jauh dari keramaian, gelap dan terisolasi.

Dengan senyaman mungkin, ia akan memasuki dunia yang lain, memvisualisasikan terbukanya permukaan alam semesta dan memasuki alam lain yang memungkinkannya untuk mendapatkan kekuatan diluar kemampuan fisiknya.

Seringkali proses ini dilakukan tanpa bantuan ataupun dengan bantuan para asistennya menggunakan instrument musik semacam drum atau gendang yang dipukul dengan irama konstan dan monoton.

Pengulangan irama tersebut membantunya membuka pikiran bawah sadarnya, ia akan semakin terfokus untuk kemudian membantu pasiennya yang sakit. Seorang paranormal sangat terikat dengan proses visualisasi yang sangat kuat dan sugesti selama membantu pasiennya.

Mesmerism

Pada abad 18, seorang dokter Austria, Franz Anton Mesmer (1733-1815), menyadari fenomena penyembuhan kuno ini dan berusaha menggabungkannya dengan dunia medis dalam Teori Magnetis Makhluk Hidup (Theory of Animal Magnetism).

Mesmer percaya bahwa “cairan kosmik” dapat disimpan kedalam benda mati, seperti magnet untuk kemudian dipindahkan ke tubuh pasien sebagai energy penyembuh.

Cara yang dipakai Mesmer lebih elegan, terdapat lampu yang temaram dan banyak cermin digantung di ruang konsultasinya. Music lembut yang menghantarkan keheningan. Pasien akan duduk ditengah menghadap sebuah tong besar berisi elemen serbuk kaca atau besi sebagai penghantar kekuatan penyembuhan.

Sukses besar Mesmer terjadi ketika ia mengobati seorang wanita berusia 29 tahun yang menderita  penyakit kejang, sebuah penyakit yang sering disebut kelainan saraf.  Keluhannya sakit kepala berat dan sakit pada kuping. Kondisi ini diikuti dengan menggigau, mengamuk, muntah dan pingsan.

Ketika terjadi serangan pada wanita tersebut, Mesmer menaruh tiga buah magnet pada bagian perut dan kakinya. Hal ini dilakukan ketika wanita tersebut sedang sangat terkonsentrasi pada efek positif “cairan kosmik.” Dalam waktu singkat, keluhannya berkurang. Ketika serangan itu kembali terjadi, Mesmer menerapkan teknik lain dan mendapatkan hasil yang sama.

400_F_85690052_MUrn6KFE5C2kasvrfXp1vems3hirDBhQ

Mesmer percaya bahwa cairan kosmik yang distimulasi oleh magnet ditujukan langsung ke badan penderita. Aliran energinya mengalir dan akhirnya wanita tersebut sehat kembali.

Hingga akhirnya Mesmer menyingkirkan magnetnya dan menganggap dirinya sebagai magnet penghantar kekuatan kesembuhan bagi para pasiennya. Inilah yang disebut Mesmer sebagai “Animal Magnetism” atau magnetisme makhluk hidup.

Meskipun tidak ada bukti nyata dari “cairan kosmik” ataupun “animal magnetism,” Mesmer mendapatkan kesuksesannya dalam penyembuhan menggunakan energi. Ribuan penderita dengan penuh harap datang kepada Mesmer dan berharap  mendapatkan kesembuhan. Mesmerisme menjadi salah satu pionir sugesti hipnotis.

 

Hypnotic Trance

 

Dalam waktu yang sama, teori Mesmer dibalikkan oleh pengikutnya, salah seorang bangsawan Eropa, Marquis de Puysegur. Ia percaya bahwa “cairan kosmik” tidak bersifat magnetis melainkan elektrik.

Cairan elektrik tersebut dihasilkan semua makhluk hidup, tumbuhan dan makhluk hidup bergerak lainnya. Puysegur menggunakan bahan alami untuk sebagai pengisi cairan elektriknya untuk menghentikan penderitaan pasiennya.

Kliniknya berupa alam terbuka, dimana para pasien diterima dibawah pohon elm ditengah-tengah lingkungan yang asri. Ia percaya bahwa pohon mempunyai kekuatan penyembuh alami yang menjalar melalui batang dan dahan yang disalurkan melalui tambang yang tergantung pada pohon tersebut.

533984338

Tali tambang tersebut dihubungkan kepada para pasien yang duduk diatas batu yang mengelilingi pohon. Tiap pasien saling memegang ibu jari mereka agar “cairan” kesembuhannya mengalir dengan rata.

Puysegur menyadari adanya fenomena ganjil dalam proses penyembuhannya. Banyak pasiennya mengalami efek mesmerized, berada dalam kondisi somnambulistic, tertidur lelap (deep sleep).

Dalam kondisi ini, pasien justru dalam kesadaran penuh dan dapat berkomunikasi dan sangat responsive terhadap sugesti yang diberikan oleh para mesmerist. Puysegur telah menemukan tahapan trance pada proses hipnotis, meski ia belum menyadarinya.

Pada pertengahan abad 19, trance hipnotis digunakan untuk mengurangi rasa sakit. Seorang dokter John Elliotson (1791-1868) melaporkan 1824 operasi pembedahan tanpa rasa sakit.

Di India, ahli bedah berkebangsaan Skotlandia, James Esdaile (1808-1859) melakukan banyak operasi besar seperti amputasi anggota badan dengan menggunakan mesmerisme yang disebutnya magnetic sleep sebagai satu-satunya anestesi.

Salah satu prosedurnya adalah dengan mengkondisikan pasien dalam keadaan trance beberapa minggu sebelum operasi dilakukan. Hal ini dapat tercapai dengan menginduksi kondisi trance pada pasien dan menjanjikan sugesti pasca-hipnotis berupa rasa kebas / mati rasa pada bagian tubuh yang dioperasi.

Metode selanjutnya, kondisi hipnotis dihadirkan dalam ruang operasi, menginduksi keadaan trance dan mensugestikan melepaskan rasa sakit. Di tahapan ini, kondisi pasien sangat memungkinkan dalam keadaan transparan dan lupa akan rasa sakit, seolah-olah pasien dalam kondisi teranestesi penuh.

Mesmerisme merangsang timbulnya teori-teori baru dan penggunaannya dalam banyak hal. Di akhir tahun 1800, seorang dokter Inggris bernama `James Braid memberikan penjelasan teori Mesmerisme secara lmiah.

Menurutnya mesmerisme adalah suatu kondisi tidur yang gelisah. Ia kemudian menemukan kata Hypnosis, berasal dari bahasa Yunani yang berarti tidur. Braid menunjukkan bahwa subjek yang terhipnotis seringkali sensitif pada inderanya dan perilaku subjek dibentuk karena sugesti yang diberikan secara verbal.

Beragam teori muncul, diantaranya yang berasal dari Jean Martin Charcot (1825-1893), seorang ahli saraf berkebangsaan Perancis. Charcot menjelaskan hypnosis sebagai kondisi hysteria, sebuah gangguan system saraf dan dikategorikan sebagai aktivitas saraf abnormal.

Di Perancis, Auguste Ambroise Leibeault (1823-1904) dan Hyppolyte Bernheim (1837-1919) adalah pasangan pertama yang menganggap hypnosis sebagai fenomena yang normal. Mereka menyatakan bahwa harapan adalah faktor yang sangat penting dalam induksi hypnosis, yang meningkatkan sugestabilitas. Teknik hypnosis berfungsi pada pasien melalui pengaruh mental dari pelaku hypnosis.

Ketika hypnosis mulai dipelajari secara serius dan dapat dijelaskan secara rasional, maka hypnosis pun mulai diterima dan tidak lagi dihubungkan dengan hal-hal mistis.

120542364

Dalam waktu yang sama Sigmund Freud tertarik terhadap hypnosis dan mempelajari teknik induksi kepada Leibeault dan Bernheim. Ketika Freud mengobservasi para pasien sewaktu mereka memasuki kondisi hypnosis, ia mulai mengenali keberadaan alam bawah sadar.

Meskipun Freud bukan orang yang pertama melakukan obvservasi ini, tetapi ia adalah orang pertama yang mengetahui alam bawah sadar sebagai sumber utama ilmu tentang  penyakit jiwa ( psikopatologi).

Pada awal penelitiannya, Freud menyangkal hypnosis sebagai alat untuk membuka memori yang tersimpan dan hanya mengembangkan teknik kebebasan berpikirnya dan interpretasi mimpi. Bangkitnya  teori-teori psikoanalisis di awal pertengahan abad tersebut membuat popularitas hypnosis menurun.

Lalu di tahun 1940-an, hypnosis dikembangkan lagi oleh Jung dan Clark Hull . mereka berpendapat bahwa hypnosis harus dilakukan dengan cara yang otoriter supaya pasien mengikuti yang diinginkan  penerapi/hypnotherapist.

Salah satu murid Hull seorang psikiater bernama Dr.Milton H.Erickson berpendapat bahwa yang hebat dalam hypnosis adalah subjek hypnosis karena dia mampu memahami dan mengikuti sugesti yang diberikan oleh penghipnotis. Dengan kata lain bahwa penghipnotis/hypnotherapist hanyalah sebagai fasilitator.

Maka dari itu Erickson mengubah pola sugesti yang otoriter/bersifat memerintah menjadi sugesti yang bersifat meminta (permisif), dan Erickson mengembangkan pola-pola sugesti hypnosis dari bentuk kalimat langsung (direct) menjadi kalimat tidak langsung (indirect), sehingga orang yang dihipnotis tetap memegang kendali dan merasa lebih dihargai.

Pola kalimat tidak langsung yang dikembangkan oleh Erickson inilah yang banyak digunakan dalam praktek  Hypnoselling

Karena jasa seorang Milton H.Erickson, pada tahun 1958 hypnosis bisa diterima dan diakui oleh asosiasi medical Amerika dan asosiasi psikiatris Amerika sebagai metode terapi yang efektif.

Salam Trance…:)

Penulis artikel adalah praktisi Hypnotherapy, NLP Certified, Master Hypnotherapy Certified dari IACH (Indonesian Association Clinical Hypnotherapy) dan pernah dipercaya mengajar di BNN (Badan Narkotika Nasional) dan di berbagai perusahaan  di Indonesia.

Profil penulis: Oki Prayoga | Soft Skill Trainer

Kami adalah  TRAINING PROVIDER untuk:

Pelatihan Motivasi terbaik dengan pendekatan Hypnosis dan NLP

Pelatihan Soft Skills workplace essentials Terlengkap

Pelatihan Soft Skills | Negotiating For Results

Pelatihan Sales Professional Terbaik

Pelatihan Sales | Territorry Planning & Routing

Pelatihan Sales Management Terbaik

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s